Aku Terikat pada Apa yang Aku Andalkan

Renungan Kamis Putih: 9 April 2009

Bac. I: Kel. 12:1-8.11-14

Bac. II: 1Kor. 11:23-26

Injil: Yohanes 13:1-15

Hidup ini rumit dan kerap berubah serta tidak dapat senantiasa diramalkan. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengandalkan sesuatu agar hidupnya dapat berjalan. Ketika seseorang memiliki sesuatu untuk diandalkan, pada saat yang bersamaan ia juga tergantung pada andalannya itu. Seorang tentara, misalnya, mengandalkan senjatanya dan oleh karena itu tergantung pada senjatanya. Seorang penyair mengandalkan kata-kata dan sekaligus tergantung pada bahasa. Seorang kaya dan terhormat mengandalkan harta dan nama baiknya tetapi pada saat bersamaan sangat tergantung pada keduanya. Seorang artis pemenang Indonesian Idol mengandalkan polling lewat sms penggemarnya dan juga tergantung pada mereka. Apa yang terjadi kalau yang diandalkan lenyap tanpa sebab? Ada dua jawaban: orang bisakehilangan pijakan hidup lantas lumpuh dan tidak bangkit lagi, atau orang bisa mengkoreksi diri dan kejatuhan itu justru dijadikan kesempatan untuk memilih mengandalkan sesuatu yang lebih kuat. Dalam bacaan pertama hari Kamis Putih ini, jelas diceritakan bagaimana bangsa Israel yang lemah, kecil, tak berdaya di hadapan penguasa Mesir, mengandalkan Allah dan tergantung padaNya. Bukan dengan kekuatannya sendiri mereka dapat keluar dari Mesir, tetapi semata-mata karena belas kasih Allah, yang memberi mereka kehidupan (dilambangkan oleh darah yang dioleskan pada ambang pintu rumah) ketika Allah lewat untuk memusnahkan segala yang menindas dan menghinakan kehidupan rakyat jelata. Di dalam bacaan Injil, Yesus menunjukkan bahwa DiriNya juga mengandalkan dan menggantungkan DiriNya, sepenuhnya, hanya kepada Allah Bapa. Maka yang namanya harga diri bahkan kehidupanNya sendiri pun, dinomorduakan di bawah ketaataanNya pada Allah Bapa, andalan dan batu karang hidupNya. Membasuh kaki, adalah tindakan seorang hamba. Bagi Yesus, tindakan rendah ini tidak menjadi masalah, sejauh hal ini dapat mengkomunikasikan betapa besar kasihNya pada para murid, dan umat manusia.

Published in: on 9 April 2009 at 4:10 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/04/09/aku-terikat-pada-apa-yang-aku-andalkan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: