Menopang Dunia dengan Doa

Renungan Harian: Jumat 1 Mei 2009

Bac. I: Kis. 9:1-20

Injil: Yoh. 6:52-59

Apa gunanya berdoa? Satu kali, seorang imam yang juga dosen filsafat pernah berkata berdoa secara rutin itu seperti menggosok gigi. Kalau belum dilakukan, rasanya ada sesuatu yang kurang. Apakah sebatas itu makna berdoa, harus dilakukan semata-mata supaya tidak ada yang kurang? Almarhum Paus Yohanes Paulus II sebaliknya, suatu kali pernah mengungkapkan bahwa berdoa itu bukan sekedar kebutuhan, seolah-olah orang bisa juga tidak butuh berdoa. Berdoa adalah juga keharusan bagi mahluk yang dikaruniai akal budi dan kehendak bebas untuk menjalin komunikasi dengan PenciptaNya: untuk bersyukur dan memujiNya. Lebih jauh lagi, Gereja Katolik punya tradisi mendoakan Doa Harian (Ibadat Bacaan, Doa Pagi, Doa Siang, Doa Petang, Ibadat Penutup):Di belakang Doa Harian terkandung satu spiritualitas doa: bersama Yesus di dalam Roh Kudus mempersembahkan pujian kepada Allah Bapa di setiap waktu dan menopang langkah sejarah dunia dengan doa. Singkat kata, dengan berdoa, kita semakin hari semakin akrab dengan Allah, seperasaan denganNya dan dapat melihat segalanya melalui hati dan mataNya. Kita semakin diserupakan dengan Yesus dalam kuil doa harian kita. Inilah hidup sejati yang dimaksudkan Tuhan, yaitu persekutuan denganNya. Inilah juga yang dilakukan Paulus ketika ia mengalami kebutaan dalam perjalanan ke Damsyik. Dalam tradisi Injil, kebutaan lebih dari sekedar ketidakmampuan melihat secara fisik, tetapi juga halangan untuk memahami kehendak dan rencana Tuhan serta hambatan untuk menyadari kehadiranNya (bandingkan dengan kisah 2 murid di Emaus). Melihat berarti paham akan rencana dan kehendakNya dan mengikutiNya (bandingkan dengan kisah Bartimeus). Maka, marilah kita berdoa, supaya pelan-pelan kita memandang dunia dan hidup kita sendiri dari sudut pandang Allah. Selamat memasuki bulan Maria, teladan orang beriman dan teladan pendoa dan pendengar serta pelaku firman.

Published in: on 30 April 2009 at 5:42 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/04/30/menopang-doa-dengan-doa/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 CommentsLeave a comment

  1. Renungan yang sangat membuka hati untuk bertanya : sudahkah aku berdoa hari ini?
    Romo, apa yang harus kita lakukan untuk “menyemangati” diri kita sendiri untuk selalu setia berdoa?

    • Doa pertama-tama adalah karunia Roh Kudus
      Seperti yang diajarkan St. Paulus:
      Sebab Roh Kudus sendiri merintih dan berdoa
      dengan doa yang tak terucapkan
      Jadi, mohonlah rahmat agar dapat berdoa
      Kemudian, berdoa berarti ikut serta dalam Doa Yesus
      berkat dorongan Roh Kudus untuk menguduskan dunia
      artinya, bawalah banyak orang dalam doa-doa kita
      ini aspek sosial doa. Kita menopang hidup banyak orang dengan doa-doa kita. Selanjutnya, renungkanlah bahwa
      meskipun Tuhan dapat menjadikan semuanya baik bahkan tanpa doa-doa kita, tetapi Tuhan Yesus menghendaki
      supaya kita kita bekerjasama denganNya memperbaiki dunia
      juga dengan doa-doa kita.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: