Maukah Aku jadi seperti Yesus?

Renungan Harian: Sabtu 2 Mei 2009

Bac. I: Kis. 9:31-42

Injil: Yoh. 6: 60-69

Kalau sekarang kita bertanya kepada orang yang akan menyeberangi jalan raya, cara mana yang akan dia pilih: ambil resiko memotong arus kendaraan yang melaju pesat atau sedikit berlelah berjalan menuju dan turun-naik jembatan penyebarangan? Menurut perhitungan saya, sebagian besar akan memilih cara yang pertama. Rupanya, rasa malas dan cari jalan pintas tanpa perlu berlelah-lelah lebih dipilih ketimbang keselamatan dan keamanan. Kenikmatan lebih menggiurkan daripada kehidupan. Orang-orang Yahudi di dalam bacaan Injil hari ini juga lebih memilih kenikmatan daripada kehidupan. Mereka mendesak Yesus untuk memberikan roti jasmani tanpa perlu memeras keringat. Yesus menjanjikan mereka DiriNya sendiri sebagai roti hidup. Menyantap daging Yesus artinya hidup bersekutu dengan erat denganNya, mengikutiNya ke manapun Dia pergi. Pasti melelahkan. Pasti menantang. Pasti tidak memberi tempat bagi kemalasan, pencarian kepentingan diri, pemuasan nafsu jasmani. Tetapi itulah jalan menuju hidup yang ditawarkan Allah. No pain, no glory, kata orang. Dan siapa mengikuti Yesus, akan menjadi serupa dengan Dia: dalam nasib dan dalam kemampuan. Petrus, dalam bacaan pertama, bukan saja dapat menyembuhkan Eneas yang lumpuh tetapi juga dapat membangkitkan Tabita yang sudah mati. Persis sama dengan apa yang pernah dibuat Yesus, Gurunya, ketika masih berjalan-jalan di Galilea. Maukah aku menjadi seperti Yesus? Iman adalah perkara pilihan hidup.

Published in: on 1 May 2009 at 4:37 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/05/01/maukah-aku-jadi-seperti-yesus/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Renungan kali ini membuat saya merinding… memilih mengikuti Yesus berarti dengan sadar memilih ikut memanggul salib-Nya. Kadang orang yang dibaptis, masuk menjadi anggota gereja Katholik, hanya melihat “kebangkitan” Yesus, dan lebih parah lagi, ada juga Katekis yang memberi ‘janji’ala iklan di TV : “kamu akan hidup enak kalau dibaptis, masuk Katolik” kepada katekumennya… Bagi saya proses menuju kebangkitan itulah yang menjadi ‘jiwa’ tiap orang yang memilih dibaptis, mengikuti Yesus.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: