Dia Begitu Dekat

Renungan Harian: Rabu, 13 Mei 2009

Bac. I: Kis. 15:1-6

Injil: Yoh. 15:1-8

Bacaan hari ini mengingatkanku akan kisah tentang seekor ikan kecil yang mencari samudera. Setiap kali berjumpa dengan sesama rekan ikan, ia selalu bertanya: dapatkah kautunjukkan kepadaku di mana samudera itu? Jawab mereka selalu sama: kau hidup di dalam samudera. Pengalaman si ikan kecil secara ringkas dapat diungkapkan dengan kalimat ini: apa yang paling dekat itu yang paling mudah dilupakan. Siapakah yang lebih dekat dengan hati kita, yang mengenal setiap pojok dan sudutnya yang tersembunyi, yang tiada henti mendengarkan keluhan dan permohonannya, selain Dia yang menciptakan hati kita dan menjadikannya tempat tinggalNya? Allah itu dekat di hatimu dan di bibirmu. Kita hidup karena Dia. Laksana ranting anggur, kita menerima sari makanan, oksigen, dan air dari pokok anggur. Tanpa relasi dengan Dia, kita pasti binasa. Hari ini, luangkanlah waktu untuk menyadari persekutuan kita denganNya. Dialah jantung hidup kita, yang berdegub supaya kita tetap hidup. Dia begitu dekat, dan karena itu begitu mudah diabaikan. Akulah pokok anggur dan kamu ranting-rantingnya, sabda Tuhan. Jadikanlah aku ranting anggur yang hidup karena persekutuan yang akrab denganMu ya Tuhan.

Published in: on 12 May 2009 at 10:56 pm  Comments Off on Dia Begitu Dekat  
%d bloggers like this: