Sakramen

Sakramen: dari bahasa latin, sacer artinya menguduskan, menyucikan (sacerdos adalah imam). Sacramentum artinya tindakan menguduskan. Kudus sendiri berasal dari bahasa semit, khados, yang artinya dikhususkan. Maka, tindakan menguduskan diri atau benda adalah tindakan menyendirikan, mengkhususkan sesuatu.

  1. Dalam sejarah kebudayaan Roma, sacramentum menunjuk pada tindakan menyediakan diri khusus bagi Negara dengan sumpah yang biasanya dilakukan oleh para prajurit, dan tindakan meletakkan uang perkara di kuil para dewa. Yang menang perkara boleh mengambil kembali uangnya, tetapi yang kalah harus merelakan uangnya khusus semata-mata bagi para dewa.
  2. Dalam tradisi Kristen, kata sacramentum digunakan untuk menggantikan kata mysterion dari bahasa Yunani, yang artinya menutup mata atas pengalaman yang melampaui akal budi. Pengalaman ini menyangkut pengalaman dengan yang ilahi, yang penuh misteri, artinya tidak terungkap dengan kata-kata . misalnya: Kebijaksanaan 6:22. Atau kata mysterion menunjuk Allah sendiri yang akan menyingkapkan DiriNya di akhir zaman seperti ditemukan dalam kitab Daniel 2:28-30.47. Allah yang menyingkapkan DiriNya ini terwujud di dalam Yesus Kristus (Ef. 1:9-10). Maka, mysterion atau sacramentum berarti: rencana keselamatan Allah yang terwujud di dalam sejarah dan memuncak dalam Diri Yesus Kristus. Ada dua ciri pokok dari kata sakramen dan mysterion ini:
    1. Adanya tegangan antara yang ilahi yang tak kelihatan (rencana keselamatan Allah) dan yang manusiawi yang kelihatan (yang terwujud di dalam sejarah)
    2. Dan memuncak di dalam pribadi Yesus: yang Ilahi sekaligus yang manusiawi.

Dalam perkembangan sejarahnya, makna biblis dari sakramen sebagaimana dipaparkan di atas mengalami kemunduran. Orang Kristen, terutama sejak abad XII, lebih memahami sakramen sebagai ritus atau upacara keagamaan. Pada abad inilah sakramen dipahami sebagai; tanda yang mengerjakan apa yang ditandakan. Sampai kemudian di abad XX makna simbolis dan misteri dari sakramen ditemukan kembali. Sakramen menunjuk pada pribadi Yesus sendiri, yang adalah terang bagi para bangsa (Lumen Gentium). Gereja disebut sakramen sejauh ia senantiasa memantulkan Sang Terang ini untuk keselamatan umat manusia. Ketujuh sakramen adalah pengungkapan dari panggilan Gereja untuk menjadi pantulan dari cahaya sejati, yaitu Kristus sendiri. Maka seluruh sendi menggereja sebenarnya dapat bercirikan sakramen bila:

  1. Sendi kehidupan itu terbuka terhadap Allah dan
  2. Di sana dialami kehadiran Allah

Paham sakramentalitas Gereja dapat ditemukan di dalam:

  1. Kitab Suci: Mat. 5:13-14; Yoh. 17:23; Rom. 12:4-6; 1Kor. 12:12.27
  2. Sejarah Teologi: Gereja adalah sakramen persekutuan (Siprianus); Gereja adalah tanda nyata kesatuan dengan yang ilahi yang besar dan menyelamatkan (Ambrosius); Gereja adalah tanda dari penebusan Kristus, Sang Sakramen Agung.
  3. Ajaran Konsili Vat. II: LG 1: Gereja itu dalam Kristus bagaikan sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia; LG 8: seperti kodrat yang dikenakan oleh Sabda ilhi melayaniNya sebagai upaya keselamatan hidup, satu denganNya dan tak terceraiberaikan dari padaNya, begitu pula himpunan sosial Gereja melayani Roh Kristus, yang menghidupkannya demi pertumbuhan TubuhNyaLG 48: melalui RohNya itu Ia menjadikan TubuhNya, yakni Gereja, sakramen keselamatan bagi semua orang; AG 5: Ia mendirikan GerejaNya sebagai sakramen keselamatan;
Published in: on 12 May 2009 at 4:01 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/05/12/sakramen/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: