Mengalah karena Iman

Renungan Harian, Selasa 23 Juni 2009

Kej. 13:2.5-18

Mat. 7:6.12-14

Hidup bersama bukan perkara yang mudah. Gesekan kepentingan dan konflik pasti mengunjungi dan tak bisa dihindari. Tengoklah kisah Abram dan Lot, paman dan keponakan, yang sama-sama kaya raya dan hidup mengembara. Ketika luas tanah berumput terbatas, tetapi jumlah ternak mereka seakan tanpa batas, berkelahilah para gembala mereka,; masing-masing berebut tanah penggembalaan. Menarik untuk diamati bagaimana Abram, sang paman, yang punya kedudukan laksana bapa bagi Lot, mengatasi pertikaian ini. “ Putuskanlah, Lot, ke mana engkau pergi. Jika engkau ke kiri, aku ke kanan, jika engkau ke kanan, aku ke kiri.” Luar biasa, pihak yang harusnya punya kuasa untuk menentukan kini menjadi pihak yang mengalah dan memberi kesempatan kepada yang jauh lebih muda untuk menentukan pilihan. Secara sosial, Abram mendobrak tradisi nenek moyang dengan menyerahkan keputusan perkara hidup mati itu kepada yang lebih muda, bisa dibilang, kepada anaknya. Secara pribadi, Abram menyingkirkan sikap egoismenya dan memilih mengalah untuk mencegah konflik berkepanjangan. Bagaimana ini mungkin terjadi? Hal ini mungkin terjadi karena Abram berpegang pada janji Allah. Dan tepat demikian. Begitu Lot memilih tanah yang lebih subur, Allah tampil dan berfirman kepada Abram, mengulang kembali janjiNya.Dalam kotbah di bukit, Yesus member resep bagaimana kita juga dapat sampai pada keputusan iman seperti yang dimiliki Abram.” Pilihlah jalan yang sempit, yang membawa kepada kehidupan dan jangan yang lebar yang membawa kepada kematian.” Kematian dan kehidupan bukan perkara mati-hidup biologis, tetapi perkara relasi dengan Allah. Yang dimaksud adalah memilih jalan penuh kerendahan hati, jalan yang sulit, jalan yang mendorong kita untuk berdoa agar mampu memilih dan menempuhnya, sebab jalan ini tidak mungkin dilalui hanya dengan kekuatan manusiawi. Jika di banyak tempat, termasuk di mana kita melayani, terjadi perpecahan tanpa penyelesaian se elegan Abram, jangan-jangan kita lebih memilih jalan yang mudah dan itu artinya juga kita mengandalkan diri kita sendiri dan jarang berdoa…..

Published in: on 22 June 2009 at 1:39 pm  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/06/22/mengalah-karena-iman/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: