Detik ini adalah Yang Terindah

Kisah berikut mungkin dapat memberi inspirasi hari ini:

Pada awalnya, Mgr. Francis Nguyen Van Thuan adalah uskup Keuskupan Nhatrang, Vietnam Tengah. Pada akhir April 1975, beliau diangkat menjadi uskup pembantu di Keuskupan Agung Saigon. Pada saat itulah rezim komunis Vietnam menuduh pengangkatan ini sebagai konspirasi antara Vatikan dan kaum imperialis untuk melawan pemerintahan Vietnam yang komunis. Dengan alasan ini, Mgr. Van Thuan ditangkap dan dikirim ke penjara yang berjarak 450 km dari Saigon.

Rasa takut dan sedih melanda diri sang uskup. Pertama-tama, ia merasa sedih karena dicabut dari tengah-tengah umat yang dicintainya. Kini, umat Keuskupan Agung Saigon seperti domba tanpa gembala. Di samping itu, ia merasa cemas akan masa depannya di dalam kamp tahanan. Apakah ia harus menghabiskan hidupnya dengan percuma di dalam penjara? Apakah hidup akan bermakna hanya ketika ia lepas dari tahanan paksa? Apakah selama di dalam penjara ia hanya bisa menanti dan menanti? Akhirnya, masih di dalam perjalanan menuju penjaranya, Mgr. Van Thuan mengambil keputusan batin: tidak. Hidupnya di dalam penjara bukanlah penantian, tetapi sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan upaya menabur cinta. Hari demi hari, menit demi menit adalah kehidupan yang dipenuhi dengan cinta, dan bukan dengan penantian belaka. Tetapi bagiamana caranya? Ini yang beliau tetapkan:

Hiduplah dari hari ke hari. Jadikanlah setiap hari atau bahkan setiap menit itu

Seakan-akan menjadi hari atau menit terakhir dari hidupmu.

Kesampingkanlah hal-hal yang sepele dan berkonsentrasilah pada hal-hal yang hakiki.

Buatlah setiap kata, setiap gerak, setiap pembicaraan telepon, setiap keputusan

Menjadi saat terindah dalam hidup.

Tebarlah senyum dan dan kasih kepada setiap orang

Dan jangan biarkan sedetikpun berlalu tanpa makna.

Dengan prinsip ini, Mgr. Van Thuan mengisi hari-hari di penjaranya dengan berdoa, merayakan ekaristi, dan menulis surat secara sembunyi-sembunyi bagi umatnya, mengikuti teladan St. Paulus. Ia juga mengenang perkataan Ibu Teresa: yang terpenting bukanlah banyaknya perbuatan yang kita lakukan, tetapi berapa besarnya cinta yang kita padukan ke dalam setiap perbuatan kita. Pesan Mgr. Van Thuan dapat dirangkum di dalam satu kalimat singkat ini: bagimu, detik ini adalah saat yang paling indah!

Published in: on 7 July 2009 at 4:58 am  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/07/07/detik-ini-adalah-yang-terindah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Detik ini adalah yang terindah… berikutnya adalah detik yang terindah pula.. dg kt lain hidup ini adalah kumpulan detik-detik terindah… dan sungguh, hidup ini , detik ini adalah anugrah yang luar biasa. Setiap detik yg berlalu jgn disia-siakan, krn berarti membuang hal yang terindah dalam hidup… Thanks for this inspiration Mo…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: