Tanda Keheranan: Gaya Hidup Seorang Utusan Allah

23 Desember 2009

Bac. I: Maleakhi 3:1-4. 4:5-6

Injil: Lukas 1:57-66

Bacaan pertama hari ini diambil dari Kitab Maleakhi. Siapakah nabi Maleakhi ini? Kita tidak mengetahui nabi ini. Asal usul dan keluarganya tidak jelas. Namun, kita dapat mengenal situasi zaman ketika sang nabi menyerukan nubuat-nubuatnya. Kitab Maleakhi menggambarkan keadaan bangsa Israel sekitar lima puluh tahun sesudah penyelesaian Bait Allah (515 SM). Pada masa itu, kekacauan moral, agama, dan sosial melanda bangsa Israel. Para pemimpin sipil dan agama yang bertanggung jawab atas hidup masyarakat mengabaikan panggilan dan tugasnya. Penyebab kekacauan ini adalah orang tidak lagi takut akan Tuhan dan hidup seenak, baik jemaat maupun para imam.  Nubuat yang kita dengarkan pada hari ini merupakan seruan nabi bagi setiap hati yang putus asa karena harapan mereka akan campur tangan Tuhan di tengah carut marutnya kehidupan pribadi dan sosial seolah sirna. Di mana Tuhan? Nabi pun menjawab: Ia akan datang. kedatanganNya diawali dengan kehadiran seorang utusan: Lihat, Aku menyuruh utusanKu supaya ia memperisapkan jalan di hadapanKu! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! (Mal. 3:1).  Utusan inilah yang menjadi tanda bahwa Allah sedang melawat umatNya. Siapa utusan ini?

Sang utusan ini adalah Yohanes Pembaptis yang kisah kelahirannya kita dengarkan di dalam Injil hari ini. Tangan Tuhan menyertai dia (Lk. 1:66). Penyertaan tangan Tuhan ini membuat orang heran akan pribadinya dan bertanya-tanya: menjadi apakah anak ini nanti?

Insight untuk kita:

Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya. KehadiranNya di tengah umat manusia nampak melalui orang-orang yang dipilih untuk menjadi utusanNya. Ciri utusan Tuhan adalah: kehidupannya membuat orang heran dan bertanya-tanya, karena gaya hidupnya yang di satu sisi menampilkan sesuatu yang berbeda dari yang ditawarkan dunia dan di sisi lain menjawab kerinduan yang ada di dalam hati setiap orang akan kebenaran, kedamaian, harapan. Inilah panggilan setiap orang yang dibaptis. Inilah panggilan kita. Apakah hidup kita menampilkan suatu gaya hidup yang berbeda dari yang ditawarkan dunia, hingga orang di sekitar kita pun bertanya-tanya?

Published in: on 22 December 2009 at 4:57 pm  Comments (1)  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/12/22/tanda-keheranan-gaya-hidup-seorang-utusan-allah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentLeave a comment

  1. Terima kasih ya Romo…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: