Rencana Agung dalam Kelemahan

24 Desember 2009

Bac. I: 2Samuel 7:15. 8b-12.16

Injil: Lks. 1:67-79

Setiap orang punya angan, harapan, rencana, yang dirancang demi kebaikan, entah untuk diri sendiri atau sesama. Di atas rencana dan angan ini orang menyusun batu-batu kegiatan hidupnya, satu demi satu sampai berdiri sebuah bangunan kehidupan yang utuh. Daud pun ingin membangun sebuah rumah bagi Allah. Pikiran dan kehendaknya diarahkan ke sana. Tetapi, melalui nabi Natan, Allah menyatakan kehendaknya yang lain. Rancangan hidup Daud diubah, menjadi jauh lebih agung: bukan sekedar bangunan fisik bagi Allah, yang tidak membutuhkan rumah apa pun sebab langit adalah ciptaaNya, tetapi sebuah bangunan rohani, yaitu seorang keturunan yang akan menjadi Penyelamat, Mesiah. Rumah, dalam tradisi Yahudi, bukan sekedar bangunan fisik, tetapi keluarga. Maka, rumah Daud, keluarga Daud, akan menjadi sarana untuk menghadirkan Sang Penyelamat, yang menghimpun seluruh umat manusia di bawah satu rumah, satu keluarga, yaitu keluarga Kerajaan Allah.

Rencana agung ini tersembunyi bagi mata fisik manusiawi, tetapi menjadi nyata bagi mereka yang oleh Allah dibukakan mata rohaninya. Sebab, karya seagung ini tersembunyi dalam apa yang di mata dunia dipandang lemah: seorang bayi. Bagaimana mungkin seorang nabi Yang Maha Tinggi sudah nampak dalam diri jabang bayi yang diberi nama Yohanes, sebagaimana kita dengarkan dalam Injil hari ini? Tetapi Zakharia, sang ayah, melihatnya dan karena itu bersukacita dengan menyanyikan kidung pujian. Dan, puncak sukacita seluruh ciptaan masih harus terjadi, ketika Sang Pencipta, berkenan mengenakan ciptaanNya untuk menampakkan DiriNya: menjadi seorang bayi yang lemah. Para raja, imam, ahli kitab, tidak melihatnya. Tetapi Yusuf, Maria, kawanan gembal, dan tiga orang bijak menemukanNya.

Insight:

Kita diundang untuk memiliki kebebasan batin atas rencana dan rancangan hidup kita agar tetap terbuka terhadap rancangan Allah untuk kita yang jauh lebih besar, yang kerap tersembunyi dalam hal-hal yang di mata dunia dianggap tak berarti.

Published in: on 24 December 2009 at 1:29 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2009/12/24/rencana-agung-dalam-kelemahan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: