Engkaulah Anak Yang Kukasihi

Pesta Pembaptisan Tuhan

Yes. 40:1-5.9-11

Titus 2:11-14; 3:4-7

Lukas 3:15-16.21-22

Siang itu, ada kehebohan besar di perusahaan. Penyebabnya adalah sang owner, pemilik perusahaan, dengan lengan tersingsing dan dahi berkucuran keringat, ikut sibuk membawa galonan minuman mineral ke dalam gedung kantor pusat. Seluruh jajaran karyawan, mulai dari dewan direksi yang terhormat sampai barisan satpam dibuat panik, kikuk, serba salah, mati gaya, istilah gaulnya. Apa yang harus mereka buat di hadapan orang nomor satu, yang biasanya mereka hormati, mereka sapa dengan penuh formalitas, mereka bukakan pintu ketika masuk, dan mereka sorongkan kursi ketika hendak duduk, singkat kata, mendapat pelayanan nomor satu, mendadak sontak berubah menjadi pesuruh dan pelayan di perusahaannya sendiri. “Jangan heran,” katanya menenangkan pikiran para karyawan, “ saya melakukan ini bukan untuk pamer kerendahan hati. Saya hanya ingin mengatakan: kalian semua, mulai dari office boy sampai dewan direksi yang terhormat, adalah bagian dari perusahaan ini. Masing-masing punya tugas berbeda, tetapi tidak mengurangi secuil pun kenyataan bahwa kerja kalian menentukan jatuh bangunnya perusahaan ini.” Sebuah tanda yang menyejukkan dan memberi inspirasi setiap karyawan untuk semakin tekun bekerja demi kepentingan bersama.

Kisah singkat di atas dapat menjadi ilustrasi bagi tindakan Yesus turun ke sungai Yordan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Kenyataan bahwa Yesus dibaptis oleh seorang manusia sempat menimbulkan skandal bagi para murid. Masalahnya, pembaptisan Yohanes adalah pembaptisan demi pengampunan dosa. Apakah Tuhan Yesus punya dosa sehingga perlu dibaptis? Injil hari ini menjawab: bukan demikian. Yesus dibaptis bukan karena Dia berdosa, tetapi karena Dia taat pada kehendak BapaNya. Allah yang Yesus tampilkan melalui DiriNya , bukanlah Allah yang jauh dan tak tersentuh oleh lumpur kehidupan. Melalui Yesus, Allah mewahyukan Diri sebagai Dia yang dekat dengan kita, akrab, tak jijik dengan kita, para pendosa namun pada saat yang bersamaan membenci dan menghancurkan dosa itu sendiri. Dengan pembaptisanNya, Tuhan Yesus ingin menyatakan bahwa kita semua adalah bagian dari keluarga Kerajaan Allah. Di dalam Yesus, kita adalah putra-putri Allah Bapa. Maka seruan Allah Bapa: Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan (Luk. 3:22) juga ditujukan kepada kita masing-masing. Dia memerintah seperti tidak seperti raja yang duduk tinggi di singgasana, tetapi laksana seorang gembala yang memangku anak domba dan menuntun induk-induknya (Yes. 40:11). Mereka yang secara nyata mengalami keakraban dengan Yesus seperti ini, akan memilih untuk rajin berbuat baik, karena mereka adalah milikNya yang telah dikuduskanNya (Titus  2:14). Dengan keyakinan bahwa kita ini milik kesayangan Allah, bagian dari keilahianNya, berkat pembaptisan yang kita terima, kita didorong untuk hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia. Maka, hidup baik dan beribadah bukan pertama-tama sebuah keharusan moral yang wajib kita jalankan, tetapi pertama-tama sebuah anugerah yang kita syukuri karena bersumber pada persekutuan kita dengan Yesus yang memampukan kita menjadi orang kudus di dunia. Orang berubah bukan karena menaati hukum, orang berubah karena dia diterima dengan tulus dan penuh kasih. Inilah yang Allah lakukan. Engkau adalah anak yang Kukasihi. Itu yang Ia ucapkan ketika masing-masing dari kita menerima pembaptisan. Dengan menjadi salah satu dari kita, Yesus mengangkat kita menjadi bagian dari keilahianNya, ikut serta dalam persekutanNya dengan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus. Begitu agung rahmat pembaptisan yang kita terima, sampai kita ikut ambil bagian dalam kehidupan Allah Tritunggal. Mari kita syukuri rahmat baptisan dan iman yang kita terima, dengan tekun berdoa dan berbuat kebajikan di dunia. Tuhan memberkati.

Published in: on 4 January 2010 at 4:20 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://putrantotri.wordpress.com/2010/01/04/engkaulah-anak-yang-kukasihi/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: